Mengangkat Derajat Seorang Freelancer

www.bankmandiri.co.id

Pengangguran. Malas. Tidak suka diatur. Tidak punya penghasilan tetap. Dan masih banyak lagi serentetan cercaan untuk seorang freelancer.  Sedikit sharing, beberapa waktu lalu saya sempat melakukan survey di akun twitter resmi @ruangfreelance, pertanyaan yang saya ajukan:

“Bagaimana kamu memandang profesi freelancer? Sebelah mata? Sepasang mata (bagus)? Atau mata belo (bagus sekali)?

Salah satu responnya adalah…

Akan tetapi, sadarkah ternyata  jika seorang freelancer justru adalah leader? Mereka berinovasi menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, tanpa perlu ‘diketeki’ orang lain. Juga tidak peduli dengan ikut-ikutan orang lain yang sibuk mengirimkan lamaran kesana kemari. Freelancer bukan followers. Mungkin masih ada yang memandang seorang freelancer sebelah mata.

Freelancer tak lagi dipandang sebelah mata.

Tahukah Anda bahwa pandangan tersebut sudah mulai berubah? Bahkan seperti itik buruk rupa yang berhasil menjelma menjadi angsa cantik, freelancer bermetamorfosis menjadi banyak peminatnya bahkan sudah seperti gaya hidup.

Saya juga melakukan survey via Twitter, blackberry messanger, juga SMS, menanyakan kepada orang awam: Apakah kalian tahu apa itu freelancer? Jika ya, contohnya?

Ternyata responnya luar biasa. Banyak yang telah mengenal profesi freelancer dan dengan tepat menyebutkan contoh profesinya. Dari sekitar 90-an respon, hanya 4 saja yang tidak mengetahui profesi ini.

Dari hasil survey, profesi freelance yang menjadi favorit antara lain: penulis, fotografer, dan web designer.

Kenapa pilih jadi freelancer

Banyak yang sebenarnya tidak terlalu suka terikat dengan aturan. Ingin mempunyai waktu luang yang lebih banyak untuk berinteraksi dengan rekan atau belajar menghargai diri sendiri dengan menentukan penghasilan. Asik ga tuh?

Bahkan, ada yang juga meng-idola-i sosok seorang freelancer loh!

Malah, di salah satu tulisan di ruangfreelance.com ada yang menyebutkan:

Aku udah 4 tahun jadi freelancer dan kemungkinan besar buat seterusnya :D – @dinabegum

Sukses gak tuh jadi freelancer?

Sukses. Setiap orang pasti mempunya penilaian masing-masing terhadap nilai sukses itu sendiri. Sulit memang jika harus men-general-kan arti kata sukses itu sendiri. Apa yang bisa kita lakukan? Coba nilai dari apa yang telah kita targetkan, itu sederhana saja. Jika sudah berhasil mencapai target, itu berarti sukses😉

Freelancer sukses menurut pandangan saya itu…

  • Bisa mencapai target dirinya sendiri. Dalam artian, sebenarnya apa yang dia tuju ketika mencari pekerjaan? Uang seharusnya bukan menjadi hal utama.
  • Bisa mempekerjakan orang lain. Apa artinya usaha sukses kalau cuman bisa dinikmati sendiri? Lihat sekeliling. Usaha ada manfaatnya bukan karena menghasilkan profit tapi berguna buat orang banyak😀
  • Berkembang. Ekspansi dalam dan luar. Dalam berarti usaha dan segala tetek bengeknya. Luar berarti lingkungan sekitar, lebih luasnya Negara.
  • Menjadi mandiri dan berinovasi. Katanya tidak terlalu suka aturan dan ingin menjalankan sesuatu sesuai dengan ‘way’  sendiri. Tidak masalah, asal…..tidak menyusahkan orang lain. Mandiri mencapai tujuan sendiri dan berinovasi mencari jalannya😉

Dibalik kesenangan yang ada, pasti ada juga dukanya menjadi freelancer. Beberapa keluh kesah yang terjadi seperti di bawah ini..

Lalu, bedanya freelancer dan entrepreneur?

Saya pernah membaca salah satu artikel (*saya lupa membaca di mana) kasarnya, entrepreneur itu freelancer yang sukses. Freelancer itu hanya salah satu cara menjadi entrepreneur. 

Intinya, freelancer dan entrepreneur itu saling berkaitan, keduanya sama-sama menemukan jalan bagaimana menjadi mandiri dengan cara berinovasi terhadap passion diri.

Di akhir tulisan ini, saya ingin menutup dengan sebuah quotes:

Innovation distinguishes between a leader and a follower

             -Steve Jobs.

Jadi, sekarang bagaimana pandangan teman-teman terhadap freelancers? Apa ada di antara teman-teman semua yang saat ini menjadi freelancers?😉

*) Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Bank Mandiri dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

3 responses to “Mengangkat Derajat Seorang Freelancer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s