Sesaknya Dinding Memori

Keabadian. Itu harapan yang terjadi ketika merekam sesuatu yang bernama memori indah.

Terlalu banyak dokumentasi. Tidak bermaksud narsis hanya saja memang eksis. Tidak bermaksud mengingat-ngingat hanya saja otak memang tersengat.

Terpaku pada satu dinding, sebelah barat. Sesaknya memori menyeruak di sana. Bergerumul. Mengeroyok alam memori.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s