Just for You, Indonesia : Pena Bangsa FEB Unpad

Sekian lama berkecimpung di organisasi ini, rasanya tidak lengkap jika belum berbagi bersama orang-orang melalui blog ini. Tinggal beberapa hari lagi sebelum akhirnya amanah di organisasi ini benar-benar lepas melalui musyawarah luar biasa. (fiuuhh, hehe)

Organisasi ini bernama Pena Bangsa, singkatan dari Peduli Anak Bangsa. Rasanya akan terlalu panjang dan butuh berhari-hari jika saya ceritakan sejarah bagaimana organisasi ini terbentuk. Terbentuknya Pena Bangsa dilatarbelakangi karena adanya secercah harapan dari kami, mahasiswa FEB Unpad, untuk mencetak generasi bangsa yang lebih baik. Sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat untuk memenuhi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih lanjutnya, silahkan klik di sini.

Logo Pena Bangsa FEB Unpad

Logo Pena Bangsa FEB Unpad

Gambar di atas itu logo organisasi kami. Dua buah bulatan kecil itu melambangkan dua tingkatan sekolah: SD dan SMP, tingkatan adik asuh kami. Bulatan yang besar melambangkan kakak asuh.

Pertama kali bergabung bersama organisasi ini, saya hanya sekedar ‘lewat’ dan ‘mencoba’. Awalnya hanya ingin menjadi donatur, yang disebut kakak asuh. Namun karena keinginan yang berlebih melihat langsung adik asuh yang kami biayai, lebih lanjut saya ‘melamar’ menjadi staf magang. Awalnya merasa tidak ingin terlalu repot karena sebelumnya saya bukan aktivis organisasi, saya memutuskan lebih milih divisi yang bersifat kepanitiaan yaitu EVENT (ye ye ye). Dari sana, saya belajar banyak, mulai dari manajemen waktu, responsibility, sampai bagaimana harus memilih untuk keluar dari zona nyaman. Meskipun divisi ini berkecimpung dalam ranah eksternal organisasi, saya (lumayan) aktif di kegiatan laba kasih, acara kegiatan belajar-mengajar setiap hari minggu bersama adik-adik. Disini, tekanan luar biasa ketika dituntut membuat acara yang luar biasa buat adik, kakak asuh, juga pihak eksternal. Dapat dikatakan, ke-eksis-an organisasi ini ada di tangan kita.

Selesai magang, periode selanjutnya saya memilih untuk menjadi assisstant manager divisi NETWORKING. Ternyata, kecintaan saya kepada Pena Bangsa mulai diuji rasa profesionalismenya. Pertama, manager saya adalah sahabat saya sendiri. Kedua, target yang dikasih ke divisi kita tidak main-main, mendapatkan perusahaan untuk menjadikan organisasi ini sebagai CSR-nya. Ketiga, saya ternyata lebih nyaman di organisasi yang satunya (pada saat itu, saya ikut 2 organisasi). Alhamdulillah, saya dipercaya buat jadi Duta Pena Bangsa selama kepengurusan ini, tugasnya ‘banci nampil’ dan saya bangga sekali bisa menyandang gelar itu. Pengalaman paling berkesan selama menjadi Duta Pena Bangsa itu ketika tampil baca puisi waktu ospek fakultas sampai membuat saya menangis :’)

Duta Pena Bangsa

Duta Pena Bangsa

*saking ingin pamernya saya jadi duta, saya buat selempang-selempangan sendiri , HAHAHA😀

Di akhir kepengurusan karena merasa tidak maksimal dengan kinerja selama menjadi assistant manager saya (tadinya) berniat hengkang dari organisasi ini. Akan tetapi, ketika sudah terlalu cinta sulit untuk melepaskan (*aseekk). Di sisi lain, saya pun bingung jika ingin melanjutkan saya ingin berada di bagian (posisi) apa.

Ketika mendapat tawaran menjadi advisor (Badan Penasihat) rasanya seperti mendapatkan pencerahan, saya harus mengambil kesempatan ini. Padahal sebenarnya saya tidak terlalu mengetahui pekerjaannya seperti apa.  Ternyata didalamnya, saya sadar akan sesuatu: Organisasi ini, tidak main-main. Meskipun kami bergerak di bidang sosial, kami tetap profesional dalam hal pekerjaan apalagi menyangkut perkembangan organisasi ini ke depannya. Berat? Pasti. Tapi untuk apa  perhitungan jika berbuat dalam kebaikan.

Karena masih cinta (kayaknya bakalan selamanya), di akhir tahun kuliah saya sekarang, saya tidak beranjak dari Pena Bangsa, :’)

Saya lanjut menjadi ketua advisor. Awalnya merasa linglung karena tidak ada yang mengarahkan, tapi saya percaya satu hal: apapun yang diusahakan untuk kebaikan, sesulit apapun pasti ada jalan. Alhamdulillah, meskipun tidak terlalu lancar segala hambatan dapat kami selesaikan dan semoga hasilnya memuaskan.

Saya memang bukan founder atau pencipta organisasi ini, hanya seorang volunteer yang ingin mempertahakan organisasi ini. Tapi ternyata mempertahankan itu lebih berat ya dibanding menemukan. Terlebih lagi ketika semua orang dengan bisikan mautnya Mengatakan: “Put, titip Pena Bangsa ya” :’D

Organisasi ini, buat saya jadi seorang PUPUT yang sekarang. Mungkin belum terlalu hebat dibandingkan dengan orang yang membuat pesawat. Mungkin masih dipandang sebelah mata dibandingkan dengan orang-orang yang juara lomba, tapi saya lebih memilih kegiatan yang ber-impact untuk orang banyak, bukan hanya untuk diri saya sendiri.

Kami memang bukan anak dari orang besar yang punya jabatan dan kekayaan melimpah. Tapi kami, mempunyai cinta, cita dan harapan yang besar buat bangsa ini. Cita-cita kami tidak terlalu muluk, hanya ingin organisasi ini tidak hanya ada di FEB Unpad, tapi berkembang sampai Pena Bangsa Unpad, Pena Bangsa Bandung, Pena Bangsa Indonesia, Pena Bangsa Dunia🙂

Indonesia, inilah persembahan kami untukmu..

link:

Company Profile Pena Bangsa FEB Unpad

Salah satu kegiatan Pena Bangsa bekerja sama dengan Himagro Unpad: Mari Bercocok Tanam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s