(Sebaiknya) Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah?

Are you looking for a job? Mau sedikit bercerita sekaligus berbagi. Mudah-mudahan bisa bermanfaat juga buat yang sedang cari kerja atau baru akan memulai memasuki masa mencari kerja. Selamat membacašŸ˜€

Sudah menginjak bulan pertama semenjak saya mulai bekerja pasca lulus kuliah. Selama satu bulan itu pula banyak sekali pertanyaan:

Q: Put, udah kerja?

A: Udah

Q: Di mana?

A: Di XX (disamarkan)

Q: Ooo, gimana kerja? Seru gak? Betah?

A: Lumayan

Q: Lagi apply yang lain juga gak?

A: Iya (*oops, ketahuan).

Q: Emang sebenernya kamu mau kerja di mana? (re: jenis perusahaan apa yang pada akhirnya akan saya jalankan sampai puncak karir nanti)

A: …. (*DEG* nah ini pertanyaan yang bikin mikirnya lamaaaaa banget sampe akhirnya sekarang udah nemu loh setelah perenungan panjang, hehe)

Kamu punya pengalaman yang sama kah?

Sampai akhirnya, muncul pertanyaan BESAR: Saya mau jadi apa?

Question of Life memang tidak pernah ada habisnya. Dari kecil udah mulai ditanya: udah gede mau jadi apa? Lulus SMA muncul pertanyaan mau kuliah dimana? Jurusan apa? Beres kuliah, mau kerja dimana? Udah kerja, betah gak? Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nikah (lagi)? *eits, jangan sampe!

Kalau dirunut, sebenarnya pertanyaan mau kerja di mana kan ada hubungannya tuh sama kuliah di mana. Nah, coba dipikirkan lagi: Sudah sesuaikah jurusan yang saya jalani saat ini dengan rencana masa depan saya? Kalau ternyata baru sadar salah jurusan, selamat! Anda kecemplung! *kidding, haha. Tenang, banyak kok yang bernasib sama. Alasan klasik milih jurusan: disuruh orang tua atau gak ada pilihan lain, sanggupnya cuman itu.

Bagaimana kalau ternyata sudah terlanjur menjalaninya dan gak berani buat ambil tindakan ekstrem, pindah kuliah? Gak apa-apa, jalani aja, siapa tahu itu yang terbaik. Saatnya membuat planning hidup baru. Salah satunya, coba pikiran : Pada jalur yang ada sekarang (re: jurusan kuliah) dan bermodalkan kemampuan yang saya punya, saya nantinya ingin bekerja di mana? Ini pertanyaan muncul pertama kali (di pikiran, sebelumnya gak pernah dipikirin) begitu mulai banyak pengumuman rekrutmen perusahaan. Ikut ini ikut itu. Semua saya jalani atas dasar: ingin tahu, mencari pengalaman, dan ikut-ikutan teman (tuturut munding kalau Bahasa Sunda mah, kan tulisan ini ditulis hari Rabu #PoeNyunda).

Saya yakin pada akhirnya semua orang kelak ingin menjadi orang sukses, sesuai standar masing-masing tentunya. Dan saya juga yakin, buat mencapai kesuksesan pasti gak muncul secara instan (kecuali atas kehendak Tuhan). Akan ada proses yang harus dilalui sebelum akhirnya dicap sebagai orang sukses.

Mungkin dengan kamu yang menurutmu salah jurusan, dengan kamu yang bekerja di tempat yang paling kamu gak pengen, malah nantinya akan membantu mempermudah jalan selanjutnya menuju sukses kamu itu. Mungkin ya, saya bukan peramal apalagi Tuhan. Ini keyakinan yang saya tanam dalam diri saya aja.

Lalu, bagaimana sebaiknya menyikapi kegalauan masa-masa mencari kerja itu? Lebih baik bagaimana: Apply ke semua perusahaan atau perusahaan tertentu saja yang diinginkan?

Pilihan pertama, menurut saya, kurang bijak. Pertama, energi kamu akan habis untuk panggilan tes. Misal, Senin ada panggilan untuk tes di perusahaan A, besoknya B, lusa C dan selanjutnya sampai akhirnya bentrok, kamu bakal kebingungan. Masih mending kalau ternyata dipanggil semua, ada banyak pilihan, kalau ternyata ditolak? Pasti jadi pikiran! Kenapa ya ditolak?

Kedua, uang pun akan ikutan seret. Pekerjaan belum dapat, gaji belum punya, tapi modal sudah keluar banyak. Jangan salah, untuk print CV, foto, fotokopi dokumen-dokumen penting, dll kalau pakai itung-itungan orang ekonomi mah jumlahnya material loh! Ketiga, jadinya gak fokus. Makin hilang arah, mau kemana sebenernya.

Pilihan kedua, sudah bijak. Tapi, pertanyaan selanjutnya muncul: Katanya, kalau masih fresh graduate, gak usah sok-sokan pilih-pilih pekerjaan, cari pengalaman aja dulu. Betulkah?

Ada betulnya, tapi tidak seluruhnya. Lah kalau misalnya kamu ditawari jadi pembantu umum atau cleaning service (Maaf, di sini saya bukan bermaksud menghina profesi tertentu) tapi ternyata kamu lulusan fakultas hukum dari universitas ternama dengan IPK cumlaude dan pengalaman organisasi yang cukup, memangnya kamu mau? Atau ditawari pekerjaan yang lumayan layak kamu jalankan tapi gajinya di bawah Rp 1 juta?

ketika kamu mendapat pemberitahuan rekrutmen perusahaan, tentu akan melihat kualifikasi yang harus dipenuhi untuk posisi tersebut. Kualifikasi tersebut merupakan standar yang diperlukan perusahaan. Kamu sebagai job seeker juga jangan mau kalah untuk membuat standar! *panas-panasin, HAHAHA.

Ada standar-standar tertentu nih, yang menurut saya sih mudah-mudahan bisa jadi tips buat para jobseeker fresh graduate inišŸ˜‰

Pilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan

Ketika ada pengumuman rekrutmen perusahaan, sebaiknya kamu cari tahu dulu untuk posisi apa dan bagaimana pekerjaan tersebut. Bisa dilihat dari jobdescĀ yang biasanya diberikan perusahaan atau kamu cari tahu sendiri dengan membandingkannya dengan perusahaan lain yang sejenis.

Gaji sesuai kebutuhan

Pilihlah pekerjaan yang menawarkan gaji sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini, gaji seorang fresh graduate. Ingat ya, kebutuhan bukan keinginan. Pertimbangkan juga jika kamu harus tinggal di luar kota dengan segala macam kebutuhan sehari-hari. Apakah gaji saya tersebut sudah bisa meng-cover semua itu? Sekali lagi, kebutuhan bukan keinginan ya. Kalau pada akhirnya malah kamu yang tekor, tidak ada salahnya untuk menolak.

Amati dengan seksama pernyataan dalam kontrak kerja

Ketika kamu akan sudah memutuskan untuk bergabung di suatu perusahaan, jangan lupa amati dengan baik pernyataan dalam perjanjian kontrak kerja. Apakah isi dari kontrak kerja tersebut dapat kamu taati atau tidak.

Lalu, bagaimana saya akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan?

Untuk standar saya dan beberapa teman, standar pekerjaan yang diinginkan terpaku pada jenis perusahaan tertentu, nama besar, dan gaji tentunya. Dan kami semua sadar, kami belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan yang kami inginkan tersebut. Terutama dalam hal: pengalaman bekerja. Meskipun beberapa perusahaan mencantumkan kata-kata: fresh graduates are allowed to apply tapi pada kenyataannya (mungkin dan biasanya) yang berpengalaman lah yang dipanggil untuk mengikuti tes lanjutan. Meskipun pengalamannya tersebut baru seumur jagung, tapi dianggap sudah pernah mencicipi dunia bekerja.

Intinya sih ketiga standar tadi yang sudah saya sebutkan sebelumnya, menurut saya sudah cukup untuk mencari pengalaman bekerja. Bisa dibilang, sebagai batu loncatan. Jahat sih. Tapi ya…gimana. Namanya juga manusia hidupšŸ˜€

Jadi, kamu mau apa setelah lulus kuliah? Jadi apa…prok prok prok!

3 responses to “(Sebaiknya) Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s