Sumatera, Indonesia : Perkenalan Singkat

Ini memang kali pertamaku menginjakkan kaki di pulau paling barat Indonesia, Pulau Sumatera. Dan aku, sangat senang🙂

Perkenalkan, aku seorang auditor. Aku beruntung memiliki pekerjaan yang membuatku bisa berkeliling mengunjungi ‘lapangan’ tempat klienku berada di seluruh Indonesia. Kali ini aku berkesempatan berkunjung ke Sumatera Barat dan Riau. Memang hanya sekitar 3 hari di masing-masing tenpat. Akan tetapi, waktu yang singkat itu justru membuatku ingin lebih dalam lagi mengenal karena perkenalan kami sangat singkat. Hai, Pulau Sumatera!

 

Padang, Sumatera Barat

15 Desember – 18 Desember 2013

Ini kota pertama yang aku kunjungi. Karena tujuan utama untuk bekerja, aku hanya dapat mengunjungi beberapa daerah tertentu di sini. Ditambah lagi hanya diberi waktu 3 hari karena aku harus langsung berpindah ‘tempat kerja’. Kesan pertama, daerah ini sepi. Mungkin karena aku mengunjungi daerah pinggiran Sumatera Barat. Tentunya aku bahagia karena akhirnya bisa mengunjungi daerah asli makanan kesukaanku, The Real Masakan Padang. Beuuhh rasanya, memang lebih enak aslinya😀

Aku senang bisa berkenalan dengan orang-orang disini. Mereka semua ramah dan sangat cinta dan bangga dengan daerahnya. Ketika kami berbincang, mereka membanggakan rendang yang menjadi makanan terlezat no. 1 di dunia. Aku berkenalan dengan seorang Bapak yang pernah merantau ke daerah lain. Beliau bercerita, pernah ke suatu daerah yang tidak ada tempat berjualan masakan Padang. Beliau bilang sampai kurus diam disitu, kangen masakan Padang katanya. Hahaha..

Aku belajar bahasa baru: sabaleh ampek satu ampek. (maaf kalau penulisannya salah). Artinya, 11.414. Maklum, kami auditor, tentunya berhubungan dengan angka-angka. Hihihihi😀

 

Selamat datang di ranah Minang :)

Selamat datang di ranah Minang🙂

 

Bentuk atap bangunan yang khas dari Minang. I Love It!

Bentuk atap bangunan yang khas dari Minang. I Love It!

 

Pekanbaru, Riau

18 Desember – 21 Desember 2013

Kesan pertamaku? Ramai. Sudah seperti Kota Metropolitan. Aku sangat terkesan dengan bandara di sini. Fasilitasnya membuat nyaman. Orang-orang di sini ramah, seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya. Satu lagi, bangunan pemerintahan di sini, sangat menunjukkan kekhasan Sumatera. Mulai dari bentuk atap, warna dinding yang didominasi warna emas dan merah, dan corak asli Sumatera. Sayang sekali saya tidak sempat mengabadikannya dalam kamera, ya kan tujuan utamanya bekerja bukan untuk travelling hehe. 

Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Sumatera Barat, orang-orang Padang juga banyak yang bekerja di sini. Logat dan bahasa yang digunakan (terdengar) sama persis. Maklum, saya tidak paham betul, haha. Pengalaman yang agak bikin geli sih, saya hampir dikawinin sama orang sini, hahhaa. Waduh, maaf saya masih suka produk lokal alias Sunda :p

Pekanbaru!

Pekanbaru!

 

Itulah kisah perjalananku ke Pulau Sumatera. Walaupun judulnya bekerja sambil travelling, aku tetap bahagia. Dan bersyukur mempunyai kesempatan seperti ini (gratis pula ;D). Memang perkenalan ini sangat singkat. Tapi, memberi kesan tersendiri. Terutama karena ini kali pertamaku. Semoga ada kesempatan lain mengunjungi Pulau ini lagi🙂

 

Tentunya, aku akan selalu mengikuti kemana saja arahmatangin ini membawaku. Selalu aku tunggu kejutan selanjutnya dari penunjuk arahmatangin ini.

 

Sepatu karet warna putih kesayangan yang selalu setia menemani di setiap perjalanan

Sepatu karet warna putih kesayangan yang selalu setia menemani di setiap perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s