Tentang Hari Senin Terbaik

Hari ini, tahap selanjutnya untuk saya belajar bersyukur dan merasakan benar-benar arti dari kalimat bahagia itu sederhana

Senin terbaik, Pukul 07.00

Seperti hari-hari biasanya, saya beranjak dari tempat tidur untuk memulai aktivitas di hari itu. Mulai bersiap dengan mata yang masih rapat. Hari itu, ada yang berbeda di sini, tempat di mana menampung begitu banyak hal – perasaan. Tidak bergejolak, hanya damai yang dirasa. Tenang dan tidak terlalu diburu waktu. I love (this) Monday.

Senin terbaik, Pukul 08.30

Sampai! Tujuan saya berikut tidak sama dengan hari-hari sebelumnya. Tidak ada tumpukan dokumen berserakan, tidak ada kabel berlalu-lalang, tidak ada komputer jinjing. Sejauh mata memandang yang saya temui hanya lapangan rumput hijau yang luas bercampur dengan warna merah bata sebagai sarana berlari. Ya, hari ini saya tak berkantor.

Sarana Olahraga Ganesha, Bandung

Sarana Olahraga Ganesha, Bandung

Senin terbaik, Pukul 09.30

Ketika biasanya di hari Senin yang lain saya sudah mulai mengantuk (re: malas), kali ini seluruh anggota tubuh bersiap dalam keadaan terbaiknya. Berjalan menyusuri jalanan, sampailah saya pada destinasi selanjutnya. Lumer. Selain kue cubit kesukaan yang dibuat setengah matang, perasaan ini juga kompak melumer. Menikmati hijaunya pepohonan sekitar dan suara gemericik air mancur tepat di hadapan, tiba-tiba seekor (?) teman kecil datang menyapa.

Taman Maluku, Bandung

Taman Maluku, Bandung

Senin terbaik, Pukul 12.00

Saya lapar, saya mengantuk, saya ingin pulang. Kata-kata umum yang muncul pada hari Senin saya yang lain. Saya lapar, saya mengantuk, makanan apalagi yang akan saya makan, tempat mana lagi yang akan saya kunjungi. Bersantai di salah satu taman terbaik (selanjutnya) di kota kembang, saya semakin menikmati hari Senin terbaik ini. Hi Mr. Major, thank you😀

Taman Musik Centrum, Bandung

Taman Musik Centrum, Bandung

Senin terbaik, Pukul 17.30

Saatnya pulang. Tidak hanya lemari dan tempat tidur yang biasanya saya temui begitu sampai di rumah. Kali ini, ada sosok seseorang yang menghangatkan. Ibu.

Senin terbaik, Pukul 21.00

Kembali bersiap. Hari esok dan selanjutnya akan lebih siap saya lalui (seharusnya). Tidak selamanya memang hari seperti ini dapat saya nikmati. Tahap selanjutnya, bersyukur.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s