Cinta: tentang Menemukan dan Ditemukan

Sebenarnya saya geli dan malu untuk menulis masalah pribadi, terlebih lagi yang berurusan dengan hati. Oleh karena itu, saya memutuskan tidak akan men-share tulisan ini melalui media sosial. Biarlah tulisan ini saya posting seperti biasa. Jikalau ternyata suatu saat nanti ada orang yang membacanya, berarti memang sudah saatnya tulisan ini ditemukan. Sudah saatnya orang tersebut menemukan🙂

****

Berkali-kali saya dibuat jatuh hati. Berkali-kali juga dibuat sakit hati. Bercerita kanan-kiri. Bagaimana bisa, saya dibawa terbang tinggi lalu dihempaskan ke bumi (*mulai lebay, hehe). Banyak orang tahu tentang hal ini, bahkan terlalu banyak. Predikat “si galau” pun akhirnya melekat. Jujur saja, saya kurang nyaman dihadiahi ‘gelar’ seperti itu.

“Tidak berusaha mencari (lagi) yang lain?”, tanya temanku.

“Saya lelah.”

“Kenapa?”, tanyanya lagi.

“Saat ini, hanya ingin ditemukan”

Ya. Jujur, saya sudah berada di titik lelah.

Ketika kamu berhenti mencari, saat itulah kamu akan menemukan…

Pernah membaca kata-kata tersebut tapi saya lupa sumbernya (*maafkan). Mungkin, kalimat tersebut ada benarnya. Ketika tiba-tiba perasaan itu muncul.

“Aneh.”, saya berkata dalam hati.

“Kami sedang tidak bertemu, bahkan sedang berjauhan. Komunikasi pun sangat jarang. Kenapa ada?”, lanjutku, masih dalam hati.

Kali ini saya berhasil dibuat diam. Segala hal tentang dia saya tutup rapat-rapat. Banyak hal menjadi alasan saya untuk memutuskan diam pada akhirnya. Biarlah mulai saat ini, saya hanya bercerita tentang “dia” kepada-Nya. Entah mengapa, dia begitu berbeda dibandingkan dengan pria-pria lain yang saya temui sebelumnya. Dia begitu spesial. Entah dari sisi mana saya melihatnya.

Saya jatuh cinta. Kepada kamu, yang membuat saya menunggu.

Saya jatuh cinta. Kepada kamu, yang membuat saya harus lebih sabar dalam menjaga diri.

Saya jatuh cinta. Kepada kamu, yang membuat saya berharap.

Berharap akan ada sesuatu yang baik, pada akhirnya nanti.

Saya jatuh cinta. Diam-diam. Kepada kamu, si dia.

 

:)

🙂

 

Biarlah tulisan ini saya posting seperti biasa. Jika pada akhirnya nanti dia melihatnya, berarti memang sudah saatnya tulisan ini ditemukan. Sudah saatnya kamu menemukan🙂

Kemanakah arah mata hati ini akan berlabuh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s