Jawaban.

Aku mencoba mengingat kapan sebenarnya semua ini dimulai. Hari itu. Hari dimana aku mulai memendam isi hatiku. Mulai yakin akan sesuatu tentang kamu. Menyebut namamu di setiap doaku.

Mungkin benar apa yang semua orang bilang, aku yang salah. Aku yang terlalu takut untuk memulai. Takut akan balasan yang tidak sesuai harapan. Takut akan penolakan. Takut mimpiku hanya jadi angan.

Tuhan selalu punya skenario terbaik.  Tuhan selalu tahu kapan. Bahkan Tuhan, sudah memberiku peringatan. Hanya saja, aku selalu tidak bisa menerima. Ah… benar saja, aku yang memaksakan.

Aku masih berusaha. Mencari jawaban, atas semua kegundahan. Aku membiarkan kesempatan hanya karena aku yakin. Semua usahaku akan menuntunku pada sebuah titik temu.

Dan hari itu, akhirnya aku mendapatkan jawaban.

Bukan kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s